Rabu, 16 April 2025

Kiyai Anshoorii Plumpung-Soko-Tuban Tiodak Responbel Diajak Dialog Validitas Silsila hbajh Kiyai Mutamakkiin Cebolek, Kajen-Pati-Jawa Tengah

HARTABUTA :

Kamis, 17-4-2025.

Deskripsi :

  1. Selasa Malam, 15-4+2025 sekitar jam 21.00 WIN tahu-tahu ada Chat Masuk yg ternyata Kiyai Anshoorii, Plumpung-Soko+Tuban.
  2. Ingin ketemu SUHU malam itu juga & tunggu cukup lama. 
  3. Sekitar jam 22.00 WIB baru sampai. 
  4. Ternyata meminta SUHU menjadi Ketua Laskar PWI Kecamatan Rengel. 
  5. SUHU terpaksa tidak bersedia karena ada tugas misi berat yang belum bisa diwujudkan yakni bikin Pondok Pesantren Generasi III melanjutkan Gaya Fiqih Mbah Kakung KH. 'Abdullooh Affandii Zainal Ma'aarif Shoolihuuun. 
  6. Sempat bahas Mbah Demang Kayunan I & II, apalagi ada juga Dzurriyyah lewat Jalur Mbah Tinggolo bin Mbah Kicorowo bin Mbah Wiroguno Singomengholo Sang Demang Kayunan I. 
  7. Sempat sampaikan keberatan atas ceramahnya KH. Agus 'Abdullooh Rubaidi yang bahas Silsilah Mbah Demang di hadapan publik saat Haulnya sekitar tahun 2018 di mana andalkan 'Ilmu Ronsen Quburan yang bukan pakai pendekatan Tulisan/ Manuskrip. Dalam hal ini, SUHU sependapat namun tidak langsung tolak mentah-mentah 100 ℅ Metode Ronsen Quburan. 
  8. Kiyai Anshoorii sempat sampaikan bahwasanya Mbah Demang Wiroguno Sinhomenggolo itu masih Dzurriyyah Mbah Kiyai Hasan Besari Ponorogo. 
  9. Dia keberatan juga penjelasan Kiysi Rubaidi yang menarasikan Mbah Sunan Bejagung Lor itu muncul di Abad 15 sedangkan Dia meyakini di Abad 14 Era Prabu Hayam Wuruk. SUHU murni mendengarkannya, padahal juga punya analisis yang berbeda. Bagi SUHU, perbedaan pendapat tentang hal tersebut ya wajar-wajar saja karena asal-usul tentang Mbah Sunan Bejagung Lor Mbah Modin Asy'arii sungguh ada beberapa Versi yang berbeda satu dengan lainnya. 
  10. Lalu cukup panjang bahas silsilah Mbah Kiyai Mutamakkiin Cebolek Kajen Pati Jawa Tengah yang ternyata beda dengan Manuskrip Sampurnan Bungah Gresik tulisan Kiyai 'Abdur Rohmaan. 
  11. SUHU sampaikan, berhubung ketika membahas Silsilah Mbah Leluhur minimal Level Sareng ke Atas selalu muncul Aneka Versi. Oleh sebab itu harus bijak dan tidak perlu marah-marah dan justeru saling tukar data untuk diuji tingkat derajat validitas nya. 
  12. Esoknya SUHU ngeshare Manuskrip Sampurnan Bungah Gresik tersebut kepada Kiyai Anshoorii & mohon kesefiaannya untuk ngeshate Manuskrip Pegangannya. 
  13. Dijawab masih ada acara & SUHU persilahkan fokus dulu ke Agenda Acaranya dengan maksud bisa balas nanti. 
  14. Ditunggu hingga malam tiada respon, coba ingatkan namun responnya tidak bagus. 
  15. Itu contoh model dialog tidak komunikatif. 
  16. Sementara itu Silsilah Mbah Mutamakkiin banyak tersebar di Internet dengan Aneka Versi. 
  17. Seharusnya dia terbuka membahasnya dan saling tukar data. 
  18. Jadi tidak perlu marah-marah jikalau di luar sana yang tampilkan Aneka Silsilah Mbah Mutamakkiin yang tentunya beda dengan Manuskrip Pegangannya apalagi dia mengaku masih Dzurriyyah Mbah Mutamakkiin di mana Beliau menulis sendiri silsilahnya. 
  19. Apakah dia Dzurriyyah tinggal Mbah Mutamakkiin ?!  Kan tidak tentunya. 
  20. Endingnya lha kok tiru modelnya Robithoh 'Alawiyyah Daaimah Indonesia yang mayoritas berisi Habaaib Gedabrus, sesat menyesatkan, merasa paling benar. 
  21. Semoga suatu hari terbuka bersedia saling bertukar data untuk saling mencerahkan apapun hasil akhirnya. 






Kesimpulan :

  1. Karena belum direspon yang seharusnya, maka tiada hasil pembanding Silsilah Mbah Kiyai Mutamakkiin Kajen versi Pegangan Kiyai Anshoorii yang konon ditulis langsung oleh Mbah Kiyai Mutamakkiin sendiri. 
  2. Tidak bersedia merespon mungkin dianggap Rahasia Keluarga & jikalau rahasia ya tidak perlu marah-marah atas mumculnya Aneka Versi Silsilah Mbah Kiyai Mutamakkiin. 
  3. Tidak bersedia menjawabnya mungkin kecewa karena SUHU tidak bersedia menjadi Ketua Laskar PWI Kecamatan Rengel padahal mendukungnya, tidak melarangnya & ngrusuhi. 


و الحمد للّه ربّ العالمين
صلّى اللّه على محمّد



Share:

0 komentar:

Posting Komentar